Cara Nyaman & Aman Belanja Online

Saat ini banyak sekali toko online yang menjual pakaian/baju wanita dan aksesoris di media sosial seperti facebook, twitter atau instagram, di market place seperti bukalapak, shopee, lazada dan tokopedia ataupun melalui web yang dimiliki sendiri oleh toko online tersebut.

Jika anda termasuk yang sering berbelanja online khususnya membeli produk aksesoris wanita ataupun pakaian wanita seperti blus, dress, jaket ataupun rok, beberapa tips berikut bisa membantu anda supaya bisa belanja online dengan nyaman, aman dan tidak terkena penipuan.

 

1. Belanjalah di toko online yang sudah terkenal dan terpercaya.

Cara aman pertama untuk belanja online adalah berbelanja di toko online yang sudah terkenal dan terpercaya. Biasanya toko online tersebut sudah berdiri sejak lama atau memiliki banyak pengikut/follower di media sosialnya. Nama toko online/brand-nya pun biasanya tidak asing di telinga kita. Jangan pernah ragu untuk berbelanja di toko online yang sudah terkenal karena mereka biasanya sudah berpengalaman dan terpercaya di mata para konsumennya.

2. Cek detail media sosial toko online.

Jika anda tertarik pada produk yang di jual oleh toko online yang belum terkenal, maka anda harus lebih berhati-hati dalam memutuskan untuk membeli produk tersebut. Saat ini banyak akun toko online penipu yang berseliweran di media sosial dan sudah banyak yang menjadi korban dari akun-akun penipu tersebut. Untuk menghindari penipuan dari toko-toko online berbasis media sosial ini, anda harus memperhatikan beberapa hal  berikut:

a. Cek jumlah dan detail pengikut/follower toko online.

Jumlah pengikut/follower toko online yang banyak belum tentu jaminan bahwa toko online tersebut bisa dipercaya karena saat ini jasa penambah follower banyak berkeliaran. Tapi jumlah follower yang banyak tentu saja bisa jadi referensi yang lebih aman dibandingan jumlah pengikut/follower yang sedikit dengan catatan anda harus juga mengecek detail follower mereka. Follower toko online yang palsu biasanya akan berisi akun-akun kloningan yang tidak jelas. Anda juga bisa cek jumlah like dan komentar di postingan mereka. Jika follower banyak tapi jumlah like atau komentar di postingannya sedikit maka diragukan keaslian follower toko online tersebut.

b. Cek foto produk.

Toko online penipu biasanya akan memuat banyak foto yang bukan fotonya sendiri. Biasanya mereka akan menggunakan foto-foto dari toko online lain. Mereka akan banyak memposting foto-foto produk yang tidak seragam format ataupun tampilannya. Banyaknya dan seringnya postingan foto produk harus menjadi kecurigaan tersendiri karena bisa jadi mereka hanya menjual foto saja tapi tidak memiliki produknya karena logikanya dibutuhkan modal yang banyak jika ingin menjual banyak varian produk setiap hari.

c. Cek dan tanyakan detail deskripsi produk.

Toko online penipu biasanya hanya menjual foto bukan produk. Mereka biasanya tidak mengetahui detail produk yang mereka jual atau hanya mendeskripsikan ala kadarnya tentang suatu produk. Anda harus menanyakan detail produk untuk mengetahui bahwa toko online tersebut memang memiliki produk tersebut misalnya dengan menanyakan detail bahan dan ukuran suatu produk.

d. Cek komentar-komentar di postingan sebelumnya.

Di postingan toko online terpercaya biasanya terdapat komentar yang berisi pertanyaan maupun review dari layanan toko online tersebut. Anda bisa mengecek komentar di postingan sebelumnya, apakah komentar yang bersifat pertanyaan dijawab oleh toko onlinenya atau ada review negatif dari konsumen sebelumnya. Toko online penipu biasanya akan segera menghapus komentar-komentar yang bersifat negatif jadi anda harus waspada dan curiga jika jarang ada komentar di postingan suatu toko online.

3. Jangan mudah tergiur harga murah dan foto bagus

Salah satu cara yang sering dilakukan toko online penipu untuk menjerat korban adalah dengan menampilkan foto produk yang bagus (hasil comot dari toko online lain) dan menawarkannya dengan harga yang sangat murah. Bila anda menemukan/melihat postingan/tawaran seperti itu, anda harus lebih berhati-hati dan waspada karena bisa jadi itu adalah penipuan.

4. Manfaatkan marketplace jika anda ragu belanja lewat media sosial atau website toko online.

Menggunakan market place sebagai sarana jual beli online merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mecegah penipuan. Jika anda berbelanja online di marketplace, uang yang anda transfer ke marketplace belum akan diserahkan ke penjual sebelum produk yang anda pesan telah diterima dengan baik dan sesuai pesanan. Anda bisa mengajukan klaim dan refund ke marketplace jika anda tidak pernah menerima produk atau produk yang dikirimkan tidak sesuai pesanan.

Orderan WA VS Order Lewat WEB

Pertahankan chat kalian, jangan rechat, tunggu antrian jawab ya, saat ini sudah masuk 10.000 chat !!!, gunakan format order atau tidak akan dijawab, jangan chat sebelum jam upload, admin sedang bekerja keras sampai lembur menjawab chat kalian satu per satu mohon bersabar, gunakan nomor WA sesuai wilayahnya.

Pernah membaca status/postingan/story seperti itu di online shop/toko online pakaian wanita? Epik banget kan, belanja online busana muslimah serasa lomba kejuaraan dunia, deg degan menanti hasilnya, dapet barang idaman atau kehabisan lagi.

Orderan WA VS Order Lewat WEB

Lama menunggu jawaban admin dan pas dijawab, bunyinya “maaf mba, barangnya sudah sold out, mudah-mudahan lain kali kebagian ya”. Rasanya gimana gitu, apalagi yang kehabisan itu barang idaman yang sudah diimpikan 7 hari 7 malam, rasanya pengen nangis kejer gogoleran. 

Saat ini, whatsapp memang banyak digunakan online shop sebagai sarana untuk melakukan order. Untuk online shop dengan base customer yang belum banyak, biasanya order lewat WA bisa dilakukan dengan cepat karena admin bisa merespon secepat kilat dan closing order sesegera mungkin. Ceritanya akan berbeda jika kita belanja ke online shop besar yang namanya sudah cetar dan well known sampe abroad, ceritanya bisa jadi seperti diatas tadi diakhiri tangisan kejer, lama menunggu jawaban admin karena orderan yang masuk ke online shop tersebut ribuan dan pas dijawab ternyata barangnya sudah habis.

Sebenarnya ada cara yang lebih cepat dan pasti untuk belanja online yaitu dengan melakukan order langsung sendiri via web, tentu saja itu bisa dilakukan jika online shop memiliki web sebagai sarana untuk menjual produknya. Tanpa perlu menunggu jawaban dari admin WA, anda bisa langsung melakukan order dengan menggunjungi alamat web online shop, pilih produk yang diinginkan, bayar, tunggu kiriman datang. Tidak seperti order lewat wa yang hanya dilayani pada jam kerja, order lewat web bisa dilakukan kapan saja, subuh, siang, sore, tengah malam. Memang ada yang order tengah malam atau subuh? Ada dong, seperti di gvshopindo.com, beberapa pelanggannya sudah terbiasa melakukan order waktu tengah malam atau subuh. Mungkin sebelum tidur belanja dulu jadi bisa mimpi pakai baju baru atau setelah shalat tahajud lanjut belanja online.

Order Dini Hari

Meskipun order lewat web memiliki banyak keunggulan dibandingkan order lewat whatsapp, masih banyak pelanggan yang tetap setia menggunakan WA untuk belanja online. Banyak alasan yang disampaikan antara lain merasa gaptek jadi sudah berasumsi rumit/riwueh kalo order lewat web, lebih afdol kalau order dengan cara komunikasi dengan manusia dibandingkan cuma klak klik doang, hingga sudah terbiasa dan nyaman order lewat WA jadi malas untuk order sendiri ke web. Untuk alasan pertama (gaptek), sebetulnya order lewat web tidak terlalu sulit, tergantung desain sistem order pada masing-masing toko online. Pada dasarnya, cara order di web memiliki banyak kesamaan, kalau sudah terbiasa melakukan order via web di satu toko online, insyaa Allah tidak akan mengalami kesulitan jika melakukan order di toko online lainnya. Basicnya sama, pilih warna/ukuran, klik beli/tambah ke keranjang, klik keranjang belanja, isi data yang diperlukan, pilih kurir pengiriman, pilih metode bayar dan klik bayar/selesaikan. Sesederhana dan sesimpel itu, tidak heran jika saat ini sudah banyak pelanggan kami yang beralih menggunakan web untuk order dan banyak diantara mereka yang tergolong mature tetapi tidak gaptek jika melakukan order lewat web. Two thumbs up, keprok dan sungkem deh buat pelanggan kami, emak-emak canggih dan hitech.

Kemudahan order via web tentu saja tergantung dari desain dan rancangan web masing-masing toko online. Web butiknayyara.id sendiri dirancang dan dikembangkan supaya emak-emak friendly. Simple, ga ribet, cepet dan komunikatif jadi dasar dalam pengembangan web kami. Proses order (checkout) bisa dilakukan dengan mudah, cepat dan pelanggan mendapatkan notifikasi otomatis via WA dan SMS mengenai detail order, konfirmasi penerimaan transfer dan info resi. Jadi pembeli cukup selesaikan order di web dan bayar, setelah itu biarkan sistem yang bekerja, tidak perlu tanya detail dan total tagihan order, tidak perlu konfirmasi transfer, tidak perlu tanya resi karena semua akan diinfokan secara otomatis via SMS dan WA. Pembeli hanya tinggal duduk manis menunggu paket datang. Tidak perlu drama korea dengan admin WA yang kadang diakhiri dengan pertengkaran karena slow respon, kehabisan barang atau miskomunikasi. Kasihan juga admin WAnya apalagi yang chatnya sampai luber ribuan tadi, selain jempol dan jari tangan bengkak karena balasin order yang ga habis-habis bak air bah, kena amarah dan sumpah serapah juga dari pelanggan yang kehabisan barang. Kalau budaya belanja online sudah beralih dari order lewat WA ke order lewat web, tidak diperlukan lagi banyak admin WA atau banyak handphone/nomor WA untuk menampung luberan order. Admin WA bisa beralih fungsi menjadi customer care yang lebih humanis untuk menindaklanjuti komplain atau masalah dibandingkan difungsikan seperti mesin penotal orderan yang luber ribuan tadi.

Menyediakan fasilitas web sebagai sarana untuk belanja online tentu saja memiliki tantangan tersendiri. Dibutuhkan komitmen dan keahlian tersendiri supaya web bisa digunakan untuk melayani order apalagi untuk online shop yang sudah memiliki banyak pelanggan yang die hard (apapun yang diproduksi pasti dibeli, mau bagus atau jelek, murah atau mahal pasti diorder). Dibutuhkan sumber daya perangkat lunak (aplikasi web) dan perangkat keras (server) yang mumpuni supaya lancar jaya melayani ribuan order per detik karena kalau diibaratkan laptop/komputer, dibutuhkan banyak laptop/komputer untuk bisa melakukan proses komputasi order pada saat bersamaan kalau sampai overload bisa dipastikan webnya akan tumbang. Tentu saja kebutuhan sumber daya tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk online shop yang sudah cetar membahana bisa saja nilai investasi tersebut hanya remahan rengginang dibandingkan omset yang sudah miliaran per bulan, semua akan dilakukan supaya ribuan order bisa diproses dengan lancar hingga ribuaaaan pieces barang bisa ludes dalam hitungan menit bahkan detik jadi bisa pasang status deh, “SOLD OUT, habis bis bis pada menit pertama”, kueereen banget kan. 

Cerita indah ini tentu saja tidak semudah yang dibayangkan karena proses transformasi dari order lewat WA ke order lewat web membutuhkan effort yang luar biasa. Mulai dari penyediaan sarana web yang mumpuni hingga bagian tersulit yaitu merubah budaya, mindset, paradigma belanja online harus lewat WA. Nah, mulai sekarang mari kita manfaatkan web-web yang dimiliki online shop untuk belanja, ga perlu lagi meneror mba adminnya atau menyuruh notal segera, biar mesin/komputer saja yang notal dan bekerja, mba adminnya tinggal ngopi saja jadi bisa melayani keluhan/komplainan dengan senyuman.

Sudah Restok Berkali-kali

Pernah membaca tulisan “sudah terjual 5.000 pcs lebih!” atau “sudah restok berkali-kali!” atau “ludes ribuan pcs hanya dalam semenit!” atau tulisan-tulisan lainnya yang  sejenis di online shop? Pernah melihat video/foto tumpukan paket menggunung atau stok produk yang penuh mengisi rak-rak/berbaris rapi memenuhi ruangan atau stok gulungan bahan yang menumpuk? Pernah melihat cuplikan/screenshot testimoni yang memuji-muji setinggi langit kehebatan online shop? Pernah melihat tawaran diskon dengan embel-embel hanya berlaku hari ini, besok harga naik tetapi ternyata besoknya harga masih diskon juga atau diskon forever yang semua harga produknya dicoret menjadi harga diskon dan selalu diskon forever sehingga tidak pernah dijual dengan harga aslinya? Pernah mengklik iklan produk di medsos yang diarahkan ke halaman tertentu (landing page) yang isinya paket komplit/lengkap gaya marketing mulai dari pengakuan larisnya produk, uraian panjang kehebatan produk dan alasan kenapa harus membeli produk tersebut, cuplikan/screenshoot testimoni pembeli yang memuja muji dan diakhiri dengan harga coret (diskon) produk yang tak kuasa untuk dilewatkan? Pernah kan?

Gaya marketing tersebut memang seolah sudah menjadi standar marketing online shop saat ini hingga banyak online shop yang menggunakan trik marketing tersebut. 

Entah ada suhu/master yang sudah teruji dan terbukti jago jualan menggunakan teknik tersebut kemudian diturunkan ilmunya ke murid-muridnya hingga dengan mentah-mentah dicopy paste oleh para pengikutnya menjadi gaya marketing berjamaah yang pasti berhasil menjadi obat mujarab untuk membuat dagangannya laris manis. Masalah? Tidak juga, gaya marketing seperti itu sah-sah saja selama memang menggambarkan kondisi sebenarnya. Yang bermasalah adalah memaksakan gaya marketing seperti itu tapi tidak mencerminkan kenyataan, bahas halusnya cenderung melebih-lebihkan, bahasa tidak halusnya berbohong dan “dilegalkan” hanya untuk mengejar omset dan paling parah adalah jika dianjurkan oleh para master dan suhu-suhu yang jago jualan hingga jadi gaya marketing yang bisa diterima oleh semua.

Saat ini banyak sekali jago-jago, guru, suhu/master jualan yang menawarkan jasa-jasa pelatihan teknik jualan yang manjur membuat dagangan laris mulai dari yang gratis sampai yang dikomersilkan dengan tarif jutaan rupiah. Iklannya jasa pelatihannya pun berseliweran di medsos membombardir timeline dan menggoda pemilik online shop yang ingin meningkatkan omsetnya. Berbagai jurus, trik dan teknik jualan siap diajarkan kepada mereka yang tertarik mengikutinya. Ada yang salah dengan pelatihan-pelatihan seperti itu? Tidak juga, kembali lagi yang harus diperhatikan adalah apa yang diajarkan bukan siapa yang mengajar, jika yang diajarkan adalah teknik-teknik marketing yang melebih-lebihkan atau bahasa tidak halusnya berbohong maka tidak sepatutnya diikuti/diterapkan meskipun yang mengajarkan suhu/master yang sudah terkenal jago jualan. Jangan meniru mentah-mentah semua gaya marketingnya karena tidak ada satu obat yang bisa dipakai untuk menyembuhkan semua penyakit. Gaya marketing yang berhasil kepada satu orang belum tentu berhasil kepada orang lain. Apapun teknik marketing yang digunakan, berjualanlah dengan jujur, Allah yang akan menggerakan para pembeli. Sehebat apapun teknik marketing yang digunakan tetapi jika cara-cara yang digunakan tidak baik dan tidak jujur, Allah tidak akan meridhai dan meskipun dagangan kita laku dengan gaya marketing yang tidak baik tersebut, Allah tidak akan memberkahi.